SELAMAT DATANG DI RUMAH POTATOES, PELUANG BISNIS WARALABA YANG MUDAH, MURAH DAN MENJANJIKAN...HANYA DENGAN MODAL Rp.6 JUTA KINI ANDA SUDAH DAPAT MEMILIKI USAHA SENDIRI...

STRATEGI MEMULAI BISNIS MAKANAN

Strategi Memulai Bisnis Makanan - Bisnis makanan atau kuliner merupakan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan sampai kapanpun, karena merupakan salah satu dari kebutuhan primer/pokok masyarakat yang selalu dicari dimanapun tempatnya.


Berbicara mengenai Strategi Bisnis Makanan, banyak cara dan strategi yang dapat ditempuh oleh para entrepreneur terutama bagi sebagian besar masyarakat yang masih awam. Menjalankan bisnis makanan atau kuliner sebetulnya tidak terlalu sulit, justru yang tidak mudah adalah tentang bagaimana strategi dan cara dalam menghadapi dunia persaingan bisnis kuliner ini yang begitu ketat. Kita memang harus banyak belajar dan mempersiapkan diri  sebaik mungkin, baik persiapan mental maupun materi secara matang sebelum memulai bisnis makanan ini. Nah, bagi Anda yang ingin untuk mulai menekuni bisnis makanan ini, silahkan simak beberapa tips dan strategi untuk memulainya.

Berikut ini adalah beberapa Stretegi Memulai Bisnis Makanan:

1. Rasa percaya diri yang tinggi dan ketetapan mental.
Hal ini merupakan dasar supaya Anda tidak mudah goyah dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi, gagal misalnya.

2. Tetapkan target  atau sasaran konsumen. 
Misalnya, anak sekolah, mahasiswa, orang kantoran, atau buruh.

3. Tingkatkan pengetahuan dan skill Anda dalam bidang kuliner.
Perdalamlah keahlian anda dalam urusan masak memasak, kalau perlu anda belajar kepada koki yang sudah berpengalaman agar kualitas keahlian anda dalam urusan masakan benar-benar dapat maksimal.

4. Memaksimalkan kualitas masakan/makanan Anda. 
Cita rasa harus mumpuni, proses uji coba mutlak diperlukan agar hasil makanan yang Anda ingin jadikan komoditi utama anda benar-benar bercita rasa tinggi, enak dan lezat, maka konsumen pun akan merasa  puas jika makanan yang anda jual benar-benar enak.

5. Mengenali para pesaing anda. 
Sebagai strategi untuk memperkokoh posisi produk Anda dalam persaingan bisnis makanan ini, Anda perlu tahu seluk beluk pesaing Anda supaya Anda dapat menaklukan para pesaing Anda.

6. Ciri Khas/keunikan.
Jika begitu banyak pesaing bisnis makanan yang serupa/mirip dengan yang Anda tekuni, jangan minder, lakukan hal-hal yang unik dan mempunyai ciri khas kuat sehingga makanan anda tampak berbeda dari makanan pesaing anda, walaupun makanan yang dijual sama persis, tetapi jika makanan Anda mempunyai ciri khas, yakinlah konsumen akan meresponsnya dengan positif dan konsumen pun akan dengan sendirinya melirik makanan yang anda jual.

7. Tentukan harga awal. 
Tetapkan harga jual, buat harga istimewa (agak miring) dibandingkan dengan harga yang dipatok oleh para pesaing Anda. Hal ini dilakukan agar para konsumen incaran anda berbondong-bondong membeli makanan yang anda jual. Setelah bisnis anda sudah mulai banyak peminat/konsumen, menaikkan harga mungkin bukanlah hal yang sulit dilakukan, tetap ingat, kenaikan harga harus anda imbangi  kualitas makanan yang harus tetap terjaga, agar konsumen anda tetap setia menjadi pelanggan anda.

8. Pilihlah tempat yang strategis. 
Hal ini sangat penting dilakukan, karena apalah artinya jika makanan yang anda jual merupakan makanan ter-enak di dunia sekalipun, jika tidak ada yang tahu dimana tempat untuk membeli makanan yang anda jual. Jadi, sekali lagi sangat penting untuk memperhatikan pemilihan tempat yang strategis agar orang akan dengan mudah menemukan tempat usaha berjualan anda.

9. Promosi. 
Nah, ini juga merupakan salah satu faktor penting dalam dunia usaha. Promosikan seluas-luasnya usaha anda kepada orang banyak, agar orang menjadi tahu usaha anda. entah dengan cara penempelan pamflet, atau dengan cara -cara lain yang intinya adalah mempromosikan usaha anda.

10. Nama usaha anda. 
Perhatikan, setiap orang, pasti mempunyai nama yang diberikan oleh orang tuanya masing-masing. Begitu juga usaha anda, berilah nama / trade mark untuk usaha anda agar orang bisa dengan mudah mengingat usaha anda. Misalnya usaha anda, anda berikan nama " Stick Kentang RUMAH POTATOES". Nah, itulah yang akan ada di otak para pembeli anda, oh ternyata roti bakar maknyuss memang enak ya, dan mereka pun akan kembali lagi dan lagi untuk membeli makanan yang anda jual. Jadi, sekali lagi penting sekali masalah nama usaha ini. sedikit tips, dalam memberi nama, usahakanlah yang simple dan mudah di ingat agar orang mudah mengingat nama usaha anda, tetapi juga jangan asal-asalan ketika memberikan nama pada usaha anda. Pikirkanlah matang-matang.

11. Keramahan. 
Ternyata, orang akan lebih senang jika pelayanan dilakukan dengan ramah tamah, sopan, dan tulus. jadi usahakanlah ketika anda melayani para pembeli anda, berusahalah untuk ramah kepada mereka. Hal kecil yang mungkin akan bisa mendatangkan keuntungan besar bagi usaha anda.

12. Pelayanan yang cepat. 
Proses pelayanan jangan lelet/lambat karena akan mengecewakan konsumen oleh karena itu hindari pelayanan yang lelet.

13. Menjalin kerjasama dengan pihak lain. 
Semakin luas jaringan anda, makin luas pula kemungkian kesuksesan anda.

PENGERTIAN WARALABA/FRANCHISE


Bisnis waralaba atau franchise saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia dan sudah menjadi sebuah trend bisnis yang banyak diminati oleh masyarakat karena prosedurnya tidak ribet dan prospek cukup menjanjikan serta dapat dijalankan oleh siapa saja.

Berikut ini akan saya bahas tentang Pengertian, Sejarah dan Jenis serta beberapa istilah yang berkaitan dengan bisnis warala atau franchise.

Beberapa Definisi Franchise (Waralaba):
 
Menurut Blake & Associates (Blake, 1996)
Franchise berasal dari bahasa Perancis kuno yang berarti bebas. Pada abad pertengahan franchise diartikan sebagai hak utama atau kebebasan (Sewu, 2004, p. 15).

Menurut Queen (1 993:4-5) franchise adalah kegiatan pemberian lisensi dari pemegang usaha (franchisor) kepada pembeli merek usaha (franchisee) untuk berusaha dibawah nama dagang franchisor berdasarkan kon trak dan pembayaran royalti.

PH Collin dalam Law Dictionary 
Franchise: “License to trade using a brand name and paying a royalty for it” dan franchising sebagai “act of selling a license to trade as a franchise”. Dalam definisi tersebut menekankan pada pentingnya peran nama dagang dalam pemberian waralaba dengan imbalan royalty.
 
European Code of Ethics for Franchising memberikan definisi franchise sebagai berikut (European Code of Ethics for Franchising, 1992, p. 3): “Franchise adalah sistem pemasaran barang dan atau jasa dan atau teknologi, yang didasarkan pada kerjasama tertutup dan terus menerus antara pelaku-pelaku independent (maksudnya franchisor dan individual franchisee) dan terpisah baik secara legal (hukum) dan keuangan, dimana franchisor memberikan hak pada individual franchisee, dan membebankan kewajiban untuk melaksanakan bisnisnya sesuai dengan konsep dari franchisor” ( Sewu, 2004, p. 5-6).

Menurut Winarto (1995, p. 19) Waralaba atau franchise adalah hubungan kemitraan yang usahanya kuat dan sukses dengan usahawan yang relatif baru atau lemah dalam usaha tersebut dengan tujuan saling menguntungkan khususnya dalam bidang usaha penyediaan produk dan jasa langsung kepada konsumen. 
 
Pengertian waralaba menurut Asosiasi Franchise Indonesia :
“Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu”.

Definisi Waralaba Menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan  Republik Indonesia No. 259/MPR/Kep/7/1997 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
Waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki oleh pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka menyediakan dan atau penjualan barang dan jasa.

Franchising adalah suatu sistim pemasaran berkisar tentang perjanjian dua belah pihak, dimana terwaralaba menjalankan bisnis sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh pewaralaba. Franchising dapat pula berarti sistem pemasaran yang melibatkan dua belah pihak yang terikat perjanjian, sehingga usaha waralaba harus dijadikan sesuai dengan aturan-aturan dari pewaralaba.

Secara umum waralaba/franchise dapat diartikan sebagai pengaturan bisnis yang memiliki perusahaan (pewaralaba atau franchisor) memberi/menjual hak kepada pihak pembeli atau penerima hak (terwaralaba atau franchisee) untul menjual produk dan atau jasa perusahaan pewaralaba tersebut dengan peraturan dan syarat-syarat lain yang telah ditetapkan oleh pewaralaba.

Definisi waralaba lainnya adalah suatu strategi sistem, format bisnis, dan pemasaraan yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan usaha untuk mengemas suatu produk atau jasa. Waralaba juga dapat pula diartikan sebagai suatu usaha yang bertujuan untuk memenuhi keinginnan atau kebutuhan konsumen yang lebih luas.
Beberapa terminologi berkaitan dengan usaha waralaba:
  1. Pemberi waralaba (Franchisor) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak kekayaan intelektual (HKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
  2. Penerima waralaba (Franchisee) adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak kekayaan intelektual (HKI) atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.
Jenis/Bentuk Franchise
Menurut Mohammad Su’ud ( 1994:4445) bahwa dalam praktek franchise terdiri dari empat bentuk:

1. Product Franchise
Suatu bentuk franchise dimana penerima franchise hanya bertindak mendistribusikan produk dari petnernya dengan pembatasan areal.

2. Processing or Manufacturing Frinchise
Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.

3. Bussiness Format atau System Franchise
Franchisor memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, seperti yang dilakukan oleh Mc Donald’s dengan membuat variasi produknya dalam bentuk paket.

4. Group Trading Franchise
Bentuk franchise yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun pengecer yang dilakukan toko serba ada.
Sedangkan menurut organisasi Franchise International yang beranggotakan negara-negara di dunia, ada empat jenis franchise yang mendasar yang biasa digunakan di Amerika Serikat, yaitu:

1. Product Franchise
Produsen menggunakan produk franchise untuk mengatur bagaimana cara pedagang eceran menjual produk yang dihasilkan oleh produsen. Produsen memberikan hak kepada pemilik toko untuk mendistribusikan barang-barang milik pabrik dan mengijinkan pemilik toko untuk menggunakan nama dan merek dagang pabrik. Pemilik toko harus membayar biaya atau membeli persediaan minimum sebagai timbal balik dari hak-hak ini. Contohnya, toko ban yang menjual produk dari franchisor, menggunakan nama dagang, serta metode pemasaran yang ditetapkan oleh franchisor.

2. Manufacturing Franchises
Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.

3. Business Oportunity Ventures
Bentuk ini secara khusus mengharuskan pemilik bisnis untuk membeli dan mendistribusikan produk-produk dari suatu perusahaan tertentu. Perusahaan harus menyediakan pelanggan atau rekening bagi pemilik bisnis, dan sebagai timbal baliknya pemilik bisnis harus membayarkan suatu biaya atau prestasi sebagai kompensasinya. Contohnya, pengusahaan mesin-mesin penjualan otomatis atau distributorship.

4. Business Format Franchising
Ini merupakan bentuk franchising yang paling populer di dalam praktek. Melalui pendekatan ini, perusahaan menyediakan suatu metode yang telah terbukti untuk mengoperasikan bisnis bagi pemilik bisnis dengan menggunakan nama dan merek dagang dari perusahaan. Umumnya perusahaan menyediakan sejumlah bantuan tertentu bagi pemilik bisnis membayar sejumlah biaya atau royalti. Kadang-kadang, perusahaan juga mengaharuskan pemilik bisnis untuk membeli persediaan dari perusahaan.

Keunggulan dan Kelemahan Sistem Franchise
Franchising juga merupakan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi, yang ingin berusaha, dan memiliki usaha sendiri. Sistem franchise ini mempunyai keunggulan-keunggulan dan juga kerugian-kerugian. Keunggulannya adalah:
“As practiced in retailing, franchising offers franchisees the advantage of starting up a new business quickly based on a proven trademark and formula of doing business, as opposed to having to build a new business and brand from scratch.”
“Seperti dalam praktek retailing, franchising menawarkan keuntungan untuk memulai suatu bisnis baru dengan cepat berdasar pada suatu merek dagang yang telah terbukti bisnisnya, tidak sama seperti dengan membangun suatu merek dan bisnis baru dari awal mula.” 

Selain itu menurut Rachmadi keunggulan lainnya dari sistem franchise bagi franchisee, antara lain:
  • Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
  • Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan terbukti kredibilitas mereknya.
  • Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, dan pemasaran. (Rachmadi, 2007, p. 7-8)
SEJARAH WARALABA

Pertama kali waralaba dikenalkan pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola. Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898.

Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restoran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restoran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.
Kategori waralaba berbeda-beda antara lain : franchise dalam bentuk makanan, pendidikan dan lain-lain. salah satu bentuk nya adalah dan masih banyak lagi franchise yang berkembang di Indonesia ini.
 
Tingkat pengembalian
Tingkat pengembalian yang layak dari sebuah waralaba adalah minimum 15 persen dari nilai investasi.

Bisnis waralaba merupakan suatu solusi terbaik untuk memulai bisnis, karena bisnis waralaba sudah memiliki sistem dan branding yang cukup dikenal oleh pasar, namun demikian untuk memilih bisnis waralaba terkadang tidak semudah yang dibayangkan, untuk itu perlu melakukan riset terlebih dahulu agar hasilnya memuaskan.
Apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Sekedar informasi saja jika ingin mencoba untk memulai bisnis waralaba dengan modal yang kecil/terjangkau dan prosedur cukup mudah silahkan Anda lihat DISINI .....
 
Demikian sekilas mengenai Pengertian, Jenis dan Sejarah bisnis waralaba atau franchise.  
Semoga dapat bermanfaat...

CONTOH PELUANG USAHA MODAL KECIL



Bagaimana cara memulai usaha dengan modal kecil? Pertanyaan tersebut seringkali menjadi pertanyaan favorit banyak orang dalam berbagai forum atau diskusi seputar dunia usaha. Memang menjadi seorang entrepreneur atau memiliki sebuah usaha sendiri merupakan impian dan harapan bagi banyak orang. Namun terkadang kita merasa bingung untuk memulainya, banyak faktor yang menjadi kendala antara lain: karena keterbatasan modal, tidak memiliki skill atau keahlian khusus yang mendukung ataupun karena hal-hal yang lain.

Dalam dunia usaha sebetulnya tidak ada batasan harus memulai dari mana dan dalam skala seberapa besar untuk memulai sebuah usaha. Tanpa rencana matang sekalipun jika Anda mempunyai tekad dan niat yang mantap untuk mendirikan sebuah usaha mandiri Anda pasti bisa dan dapat mengantarkan Anda pada kesuksesan yang besar. Intinya adalah mantapkan tekad dan segera memulai serta menerapkan ide usaha apa saja yang ada di dalam pikiran Anda, tentu dengan pertimbangan yang matang dengan melihat potensi yang ada di sekitar Anda.

Peluang usaha skala kecil rumahan dapat dikembangkan menjadi sebuah bisnis dengan potensi yang menjanjikan sebenarnya sangat beragam. Banyak peluang bisnis yang dapat kita lakukan dengan modal yang tidak besar serta tidak memerlukan skill atau ketrampilan khusus dan cukup mudah untuk dijalankan siapa saja; ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar atau siapapun. Ide sederhana dengan memanfaatkan keadaan sekitar kita bisa saja menjadi sebuah usaha yang cukup potensial, salah satunya adalah usaha makanan ringan. Usaha makanan ringan merupakan potensi yang luar biasa dan cukup menjanjikan karena menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

RUMAH POTATOES hadir memberikan sebuah solusi bisnis yang cukup murah dan mudah untuk dijalankan oleh siapapun yang ingin memulai dan memiliki sebuah usaha.  Hanya dengan modal Rp.6.000.000,- saja Anda sudah dapat memiliki sebuah usaha mandiri tanpa harus pusing-pusing belajar dan memikirkan persiapan, perlengkapan dan sebagainya.
Misi dan Visi RUMAH POTATOES tidak terlepas dari obsesi kami untuk mengenalkan lebih jauh kentang agar dapat lebih merakyat dan diterima oleh semua khalayak umum serta di sisi lain kita juga mendapatkan income dari kentang olahan.   .  

Investasi usaha yang ditawarkan adalah Outlet (gerobak beserta perlengkapannya) untuk mengolah potatoes menjadi makanan yang beraneka rasa dengan bumbu 9 rasa (rasa keju, blackpaper, sapi panggang, jagung bakar, barberque, pedas hot).

Konsep olahan potatoes dengan merek RUMAH POTATOES merupakan implementasi dari sebuah hobi kuliner berupa kentang renyah dan gurih beserta bumbunya. Melalui implementasi ini diharapkan kentang menjadi makanan pengganti nasi dan sifatnya “mengenyangkan” dan sehat.

Melihat dan  mencermati peluang bisnis yang demikian besar dan berpotensi maka RUMAH POTATOES  mengajak calon investor/franchise untuk bekerjasama dalam satu  wadah dengan pola kerjasama sebagai berikut : BACA DISINI.....